Benarkah Saat Hamil Pramugari Tidak Boleh Bertugas di Pesawat Terbang

Benarkah Saat Hamil Pramugari Tidak Boleh Bertugas di Pesawat Terbang

Benarkah Saat Hamil Pramugari Tidak Boleh Bertugas di Pesawat Terbang

Benarkah Saat Hamil Pramugari Tidak Boleh Bertugas? Setiap Perusahaan Penerbangan (maskapai) memiliki peraturan yang berbeda-beda mengenai peraturan tentang ibu hamil dan usia kehamilan yang diizinkan untuk bisa naik pesawat.

Ada Maskpai Penerbangan yang tidak membatasi sama sekali, Namun ada juga yang hanya membolehkan ibu hamil naik pesawat apabila usia kehamilannya tidak lebih dari 8 bulan atau 32 minggu untuk jenis kehamilan tunggal dan lebih dibatasi lagi untuk kehamilan kembar.

Biasanya ibu hamil dengan usia kehamilan lebih dari 8 bulan hanya boleh naik pesawat apabila membawa sertifikat Fit to Fly yang ditanda tangani oleh dokter kandungannya.

Sertifikat Fit to Fly ini menerangkan bahwa ibu hamil dalam keadaan sehat, tidak ada riwayat keguguran dan memiliki kehamilan yang normal sehingga tidak beresiko untuk tiba-tiba melahirkan di dalam pesawat sebelum tanggal perhitungan kelahirannya yaitu sekitar minggu ke 39.

Terbang dengan sertifikat Fit to Fly bagi ibu hamil hanya diperbolehkan sampai usia kehamilan mencapai akhir 36 minggu atau tergantung kebijakan perusahaan penerbangan, karena setelah usia 37 minggu dianggap kandungan sudah cukup matang dan bayi siap untuk dilahirkan.

Keselamatan Bayi dan Ibu Hamil Menjadi Alasannya

Untuk alasan keselamatan ibu hamil sendiri, Perusahaan Penerbangan (Maskapai) tidak mau mengambil resiko apabila terjadi kesalahan prosedur saat pemberian pertolongan pertama saat kelahiran di pesawat saat penerbangan.

Benarkah Saat Hamil Pramugari Tidak Boleh Bertugas di Pesawat Terbang

Lalu Apakah Saat Hamil Pramugari Boleh Bertugas? Walaupun sebenarnya aturan tersebut dibuat demi kebaikan pramugari, Tapi yang namanya wanita pasti juga menginginkan kehamilan meskipun profesinya adalah seorang Pramugari.

Untuk menjawab pertanyaan Apakah Pramugari Boleh Bertugas Saat Hamil? Jawabannya tergantung pada kebijakan dari maskapai penerbangan tempat pramugari bekerja, karena untuk setiap maskapai memiliki aturan yang berbeda-beda. Ada yang memperbolehkan dan ada yang tidak memperbolehkan pramugarinya bertugas saat hamil.

Sekolah Pramugari Paling Murah di Indonesia


Pesawat Terbang Bukanlah Tempat Yang Baik Untuk Melahirkan

Melakukan perjalanan dengan pesawat menjadi pilihan banyak orang karena dianggap moda transportasi paling cepat, pesawat berarti kita perlu waspada dan peka terhadap standar keamanan yang ditetapkan oleh pihak maskapai.

Seperti halnya aturan terhadap Ibu Hamil, berikut beberapa Alasan Kenapa Pesawat Terbang Bukanlah Tempat Yang Baik Untuk Ibu Hamil Melahirkan.

  1. Kabin Pesawat Tidak se-Higienis Rumah Sakit

Ribuan orang pernah mendiami ruang kabin dari segala penjuru dunia dengan berbagai macam penyakit. Kebersihan dalam pesawat tidak dijaga sebersih rumah sakit pada umumnya sehingga dikhawatirkan bayi dan ibu yang melahirkan terkontaminasi penyakit karena ruang kabin yang tidak higienis.

  1. Terkena Deep Vein Thrombosis

Semakin besar usia kehamilan semakin besar resiko ibu hamil terkena Deep Vein Thrombosis atau penyumbatan pembuluh darah pada paha dan betis akibat duduk terlalu lama di dalam pesawat.

  1. Pramugari Bukanlah Bidan Profesional

Awak Kabin (Pramugari) di pesawat hanya dilatih untuk memberikan First Aid atau pertolongan pertama apabila terjadi kelahiran mendadak di dalam pesawat. Hal ini tentunya tidak menjamin apabila kelahiran bayi dengan komplikasi bisa ditangani dengan baik oleh awak kabin sehingga membahayakan jiwa ibu hamil dan bayi yang dilahirkannya.

  1. Pilot Yang Memutuskan Saat Penerbangan

Kelahiran di dalam pesawat bisa berujung pada keputusan pilot untuk melakukan pengalihan pendaratan apabila terjadi komplikasi pada kelahiran yang membahayakan jiwa ibu hamil dan bayinya. Diversion atau pengalihan pendaratan menyebabkan pengeluarkan biaya extra yang tidak sedikit bagi perusahaan penerbangan.

Sekolah Penerbangan Terbaik di Indonesia

Bila ingin bepergian dengan pesawat saat hamil sebaiknya hubungi pihak penerbangan jauh-jauh hari dan pelajari peraturannya atau konsultasikan dengan dokter spesialis kehamilan.

Form sertifikat Fit to Fly yang harus dilengkapi ini biasanya disediakan oleh perusahaan penerbangan, dilengkapi (di isi) oleh dokter kandungan kemudian dikembalikan ke perusahaan penerbangan beberapa hari sebelum tanggal keberangkatan, umumnya berlaku sampai kurang lebih tujuh hari setelah tanggal dikeluarkan.


Informasi Pendaftaran Sekolah Penerbangan Terbaru di Indonesia

Hingga Saat ini PSPP Penerbangan Masih Membuka Pendaftaran Calon Siswa Siswi Baru.. Segera Daftarkan Diri Anda Sekarang Juga.. Karena Kouta Kampus Terbatas.!!

Untuk Informasi Pendaftaran Hubungi Kak Yeni WA/Telp.081274351949 / BBM: D773D673.

Sekian Informasi Tentang Benarkah Saat Hamil Pramugari Tidak Boleh Bertugas di Pesawat Terbang, Semoga Bermanfaat & Terimakasih..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.