Pengertian CPR Yang Penting Menurut Ilmu Penerbangan

Pengertian CPR Yang Penting Menurut Ilmu Penerbangan

Pengertian CPR Yang Penting Menurut Ilmu Penerbangan

Pengertian CPR Yang Penting Menurut Ilmu Penerbangan? Sebagai Seorang Safety Profesional Awak Kabin (Pramugari) dilatih tidak hanya untuk mampu melakukan evakuasi saat pendaratan darurat saja.

Seorang Pramugari juga dilatih untuk bisa memberikan bantuan Resusitasi Jantung Paru (RJP) pada penumpang atau korban yang ditemukan tidak bernafas di dalam pesawat.

Semua keahlian ini diajarkan selama dalam messa pelatihan atau pendidikan khusus yang diberikan setiap 12 bulan sekali yang disebut dengan Recurrent Training.

Pengertian CPR Yang Penting Menurut Ilmu Penerbangan

Definisi CPR (Cardio Pulmonary Resuscitation) Atau Pengertian Dalam Bahasa Indonesia Yaitu Tindakan Pertolongan Pertama Pada Orang Yang Mengalami Henti Nafas Kerana Sebab-Sebab Tertentu.

Fungsi Dari Tindakan CPR (Cardio Pulmonary Resuscitation) Bertujuan untuk membuka kembali jalan nafas yang menyempit atau tertutup sama sekali.

Resusitasi Jantung Paru (CPR) Sangat dibutuhkan bagi orang yang tenggelam, terkena serangan jantung, sesak nafas karena syok akibat kecelakaan, terjatuh, dan sebagainya.

Namun yang perlu diperhatikan khusus untuk korban pingsan karena kecelakaan, tidak boleh langsung dipindahkan karena dikhawatirkan ada tulang yang patah. Biarkan di tempatnya sampai petugas medis datang. Berbeda dengan korban orang tenggelam dan serangan jantung yang harus segera dilakukan CPR.

Keguanaan CPR Untuk Semua Orang

Kemampuan Melakukan Resusitasi Jantung Paru Tidak Hanya Berguna Bagi Awak Kabin (Pramugari) Dalam Melaksanakan Tugasnya Saat Berada di Dalam Pesawat Terbang.

Tetapi CPR (Cardio Pulmonary Resuscitation) Ini Juga Bermanfaat Untuk Menolong Orang di Sekitarnya Kapan Saja Dibutuhkan Walaupun Sedang Tidak Bertugas.

Cara Melakukan Resusitasi Jantung Paru Pada Orang Dewasa

Ingin Tahu Bagaimana Cara Memberikan Bantuan Pada Seseorang Yang  Mengalami Henti Nafas Kerana Sebab-Sebab Tertentu di Kehidupan Nyata. Berikut Ini Ulasannya.

  1. Cek Respon (Response)

Setelah itu, Seorang Pramugari harus mengecek respon dari korban dengan sedikit mengguncang-guncangkan bahu korban sambil menanyakan keadaan korban apakah baik baik saja.

  1. Berteriak Minta Tolong (Shout for Help)

Bila tidak ada jawaban dari korban, langkah selanjutnya adalah meminta pertolongan dengan berteriak minta tolong atau bila berada dalam pesawat dengan menekan tombol pemanggil Awak Kabin (Pramugari) berkali kali sehingga Pramugari yang lain datang dan turut serta memberi bantuan.

  1. Cek jalur Pernafasan (Airway)

Setelah itu membuka jalur pernafasan atau tenggorokan korban dengan cara menekan dahi korban ke arah bawah sambil menarik dagu ke arah atas (Head Tilt Chin Lift). Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa jalur pernafasan terbuka dan lancar.

  1. Cek Pernafasan (Breathing)

Sebelum kita memutuskan bahwa seseorang membutuhkan bantuan CPR, kita harus yakin dulu bahwa orang tersebut dalam keadaan tidak sadar dan tidak bernafas atau tidak bernafas dengan normal.
Caranya dengan mendekatkan kuping ke mulut korban selama 10 (sepuluh) detik sambil melihat ke dada korban apakah bergerak naik turun, dengarkan bunyi nafas korban apakah terdengar tidak normal serta rasakan hembusan angin yang keluar dari mulut korban (Look, Listen and Feel).

  1. Pemberian Tekanan Pada Jantung (Compression).

Setelah yakin korban tidak bernafas yang ditandai dengan tidak terlihatnya gerakan pada dada, tidak dirasakan hembusan angin ataupun suara-suara pernafasan yang normal, langkah selanjutnya adalah memberikan tekanan pada dada korban.

Perlu dipastikan juga bahwa posisi korban saat pemberian tekanan harus dalam keadaan terlentang atau berbaring pada permukaan yang datar tidak di atas kursi atau miring ke kiri atau ke kanan.

Lokasi pemberian tekanan harus tepat berada di tengah dada korban dengan meletakkan satu tangan, kemudian tumpukan tangan berikutnya, genggam erat untuk memberikan kekuatan pada tekanan. Tidak hanya itu posisi kedua lengan harus lurus tepat di atas dada korban dan mulai memberikan tekanan dengan bantuan dorongan dari punggung dan panggul.

Cara Melakukan Resusitasi Jantung Paru Pada Orang Dewasa

Cara Melakukan Resusitasi Jantung Paru Pada Orang Dewasa

Beri tekanan sebanyak 30  kali kira-kira hampir dua tekanan setiap detiknya atau seratus tekanan dalam satu menit dengan kedalaman sekitar 4–5 cm ke dalam dada korban.

Setelah Itu Dilanjutkan Dengan Pemberian Tiupan Nafas Sebanyak 2 Kali

Caranya dengan memposisikan kepala korban tetap dalam keadaan mendongak untuk membuka jalur pernafasan, tekan hidung korban dengan ibu jari dan telunjuk untuk menutup jalur udara keluar dari hidung, lalu kunci mulut korban dengan kedua bibir rapat-rapat dan tiupkan satu nafas hingga dada korban terlihat naik akibat masuknya udara ke dalam paru-paru.

Lakukan ini sebanyak dua kali sebelum melanjutkan kembali dengan pemberian tekanan pada dada sebanyak 30 kali.
Proses penekanan pada dada dan pemberian tiupan nafas ini dilakukan dengan rasio 30:2 secara terus menerus sampai korban kembali sadar, atau bantuan medis datang dan memberikan pertolongan yang lebih intensif kepada korban, atau juga apabila keadaan sekitar menjadi tidak aman bagi awak kabin untuk terus memberikan bantuan.

Belajar Pemberian Tekanan Pada Jantung

Apa Itu CPR Yang Penting Untuk Keselamatan Nyawa

Saat memberikan nafas buatan awak kabin harus berhati-hati agar tidak tertular penyakit lewat cairan berupa air liur, muntah, ataupun darah yang keluar dari mulut korban. Penggunaan masker plastik khusus sebagai pelindung diharapkan dapat mengurangi resiko penyebaran penyakit akibat bersentuhan dengan korban yang sakit.


Belajar Cardio Pulmonary Resuscitation Pada Bayi & Anak

Pemberian Resusitasi Pada Anak & Bayi Harus selalu diawali dengan pemberian 5 kali tiupan nafas sebelum melakukan penekanan pada dada. Hal ini disebabkan anak-anak dan bayi jarang memiliki ketidak beresan pada jantung mereka, sehingga koreksi jalur pernafasan dengan pemberian 5 kali tiupan nafas awal lebih diutamakan dibandingkan dengan pemberian tekanan.

Belajar Cardio Pulmonary Resuscitation Pada Anak

Belajar Cardio Pulmonary Resuscitation Pada Anak

Rasio penekanan pada anak-anak dan bayi setelah 5 kali tiupan nafas awal adalah sama dengan rasio penekanan pada orang dewasa yaitu 30 tekanan dan dua kali tiupan atau 30:2.

Belajar Cardio Pulmonary Resuscitation Pada Bayi

Belajar Cardio Pulmonary Resuscitation Pada Bayi

Lokasi penekanan pada anak-anak sama dengan pada orang dewasa, hanya saja penekanannya cukup menggunakan satu tangan. Sedangkan pada bayi penekanan menggunakan dua buah jari dengan posisi penekanan terletak pada satu jari di bawah garis puting.

Note: Jangan Memberikan Nafas Buatan Apabila Alat Perlindungan Seperti Plastik Masker Tidak Tersedia Atau Korban Bukanlah Orang Yang Kita Kenal Sehingga Tidak Diketahui Apakah Orang Mengidap Penyakit Menular Yang Berbahaya Atau Tidak.

Sebagai Gantinya, LAKUKAN Compression Terus Menerus Sampai Bantuan Medis Tiba.


Informasi Pendaftaran Sekolah Penerbangan Terbaru di Indonesia

Hingga Saat ini PSPP Penerbangan Masih Membuka Pendaftaran Calon Siswa Siswi Baru.. Segera Daftarkan Diri Anda Sekarang Juga.. Karena Kouta Kampus Terbatas.!!

Untuk Informasi Pendaftaran Hubungi Kak Yeni WA/Telp.081274351949 / BBM: D773D673.

Sekian Informasi Tentang Pengertian CPR Yang Penting Menurut Ilmu Penerbangan? Semoga Bermanfaat & Terimakasih..

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.